Showing posts with label Film. Show all posts
Showing posts with label Film. Show all posts

Thursday, November 22, 2012

About Film a Crazy Little Thing Called Love


First love.... Mungkin seluruh pembaca pernah mengalaminya. Masihkah Anda dapat mengingat masa dimana Anda mulai tertarik dengan sesorang dan merasa jatuh cinta kepadanya? Masa dimana Anda akan melakukan berbagai hal untuk dapat menarik perhatian orang yang Anda sukai. Nah. kali ini saya ingin memposting tentang film yang membahas tentang first love yaitu film berjudul a Crazy Little Thing Called Love (lumayan panjang yah judulnya)

Dalam Crazy Little Thing Called Love, seorang gadis berusia 14 tahun, Nam (Pimchanok Luevisetpaibool), untuk pertama kalinya merasakan adanya getaran cinta di dalam hatinya kepada salah seorang seniornya, Chon (Mario Maurer). :) Masalahnya, dengan wajah Chon yang sangat tampan dan ditambah dengan kepribadian yang menarik serta kemampuan olahraga yang mengagumkan Nam bukanlah satu-satunya gadis di sekolah tersebut yang jatuh hati terhadap Chon. Dengan wajah dan kepribadian yang biasa saja, jelas Nam bukanlah seorang kontender favorit yang dapat memenangkan hati Chon. Dengan bantuan teman-temannya, dan sebuah buku yang berisi berbagai metode untuk mendapatkan hati seorang pria, Nam mulai melakukan berbagai perubahan pada dirinya. Suatu perubahan yang secara perlahan, tanpa disadari Nam, malah membuatnya menjadi seorang yang lebih baik dari sebelumnya.


Ya… jalan cerita Crazy Little Thing Called Love sangatlah sederhana. Dengan jalan cerita yang sangat familiar, jelas keunggulan utama film ini bukan berada pada departemen penulisan naskah. Walau begitu, naskah cerita yang ditulis oleh dua sutradara film ini, Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon dan Wasin Pokpong, sama sekali tidak buruk mengingat mereka berhasil memadukan jalan cerita yang sederhana dan familiar tersebut dengan elemen komedi yang banyak tercermin dari dialog-dialog yang segar di sepanjang film ini serta, tentu saja, kisah cinta yang mampu menyentuh siapapun yang pernah merasakan jatuh cinta itu sendiri. Cukup manis huh?

Letak keberhasilan utama Crazy Little Thing Called Love dalam menyampaikan jalan ceritanya adalah karena sutradara film ini berhasil mendapatkan jajaran pemeran yang mampu dengan sangat baik menghidupkan setiap karakter yang mereka bawakan, khususnya Pimchanok Luevisetpaibool yang berhasil memerankan karakter Nam dan menjadikannya sebagai sesosok karakter yang sangat menyenangkan di balik seluruh keluguannya dalam mengenal cinta pertamanya. Karakter Nam sendiri menjadi terasa begitu hidup berkat dukungan tiga karakter sahabatnya yang selalu dapat diandalkan dalam memberikan berbagai adegan komedi untuk film ini.

Sebagai lawan main Pimchanok Luevisetpaibool, aktor muda, Mario Maurer, memang sangat tepat untuk memerankan Chon yang menjadi idola seluruh gadis di sekolahnya. Walau sepertinya hal tersebut tidak membutuhkan kemampuan akting yang terlalu mendalam, penampilan Maurer sebagai Chon tidak sepenuhnya mengecewakan. Setidaknya ia juga berhasil dalam menampilkan sisi sensitif karakternya yang datang ketika karakter tersebut berhubungan dengan masalah masa lalu sang ayah atau perjuangannya dalam berusaha untuk membuktikan kemampuannya dalam bidang fotografi dan sepakbola.

review film by http://amiratthemovies.wordpress.com
Read more

Tuesday, November 13, 2012

About Movie " I Give My First Love to You "


Hari ini saya mau memposting tentang film romantis dari Negri Sakura, Jepang. Pertama kali lihat film ini di salah satu channel televisinya orang China, pasti tahu kan ???

Berawal dari situlah saya suka banget sama film ini, apalagi sama pemainnya heheheh. Film yang dibintangi oleh Okada Masaki dan Inoue Mao. Kalau mau tahu filmnya kayak mana, mari kita baca sinopsisnya yuk ^_^

Film ini dimulai ketika Mayu dan Takuma masih anak-anak. Mereka berteman sejak mereka berumur sekitar 8 tahun. Takuma memiliki penyakit jantung dan ia dirawat oleh seorang ahli jantung yang kebetulan menjadi ayah Mayu.

Suatu hari, Takuma dan Mayu mendengar bahwa Takuma tidak akan hidup melewati usia 20 karena kondisinya.;) Namun, persahabatan mereka tumbuh dan menjadi cinta pertama mereka. Ketika mereka keluar bermain di ladang, Takuma berjanji untuk menikahi Mayu ketika mereka berusia 20.

Waktu berlalu, dan Mayu dan Takuma telah tumbuh dan menghadiri sekolah SMP, tapi cinta mereka satu sama lain tetap tidak berubah. Namun, Takuma ingin menjauh dari Mayu, karena dia tidak tahan melihatnya menangis atau menyakiti hatinya lebih dari yang sudah ada. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa setelah hari terakhirnya di SMP, ia akan meninggalkan Mayu. Dia memutuskan untuk menghadiri sekolah tinggi elit, yang Takuma berpikir Mayu yang tidak bisa masuk ke sekolah itu.

Yang mengejutkan Takuma, Mayu berhasil masuk ke sekolah itu dan benar-benar melakukannya dengan cukup baik di ujian masuk. Dia memarahi Takuma di depan semua orang di aula sekolah, ketika dia membuat sambutannya. Dia mengatakan kepada Takuma bahwa meskipun ia ingin meninggalkan Mayu, itu tidak akan terjadi dalam 100.000 tahun. Oleh karena itu, mereka menjadi dikenal ke sekolah sebagai sepasang kekasih.

Mayu kemudian bertemu Kou, yang suka dan memintanya untuk menjadi pacarnya. Namun, Mayu menolak. Di sisi lain, Takuma bertemu Teru, steman sekelas sewaktu SD kalau tidak salah ya, dan Mayu cemburu ketika dia menghabiskan banyak waktu mengunjungi Teru. Kou meminta Takuma untuk memberikan Mayu kepadanya, sebagaimana Takuma harus meluangkan Mayu dari rasa sakit ketika Takuma meninggal. Mayu dan Takuma putus sebentar karena Teru mempunyai keinginan berciuman dengan Takuma sebelum dia meninggal. Ketika Takuma mengunjungi Teru keesokan harinya, ia menemukan bahwa ia telah meninggal.

Takuma kemudian mengeluarkan Kou tantangan, mereka akan menjalankan lomba 100 meter. Kou menerima tantangan tetapi Takuma menang, dan pergi untuk menemukan Mayu untuk kencan. Hari itu, Kou keluar dari sekolah pada saat yang sama dengan Mayu dan Takuma, dan ditabrak sebuah van saat ia bergegas melintasi persimpangan kereta api. Kemudian, Takuma diberitahu bahwa ia memiliki seorang donor jantung yang cocok. Kemudian, Mayu menemukan bahwa donor itu sekarang mati otak Kou, dan mencoba untuk menyembunyikan fakta dari Takuma. Namun, Takuma akhirnya menemukan dan menolak donasi. Pada saat yang sama, keluarga Kou melihat bahwa Kou telah meneteskan air mata, dan memutuskan bahwa mungkin ada keajaiban, dan menolak donasi. Mayu memohon mereka berkali-kali, namun mereka masih menolak.

Kemudian, Takuma menderita serangan jantung. Dia dilarikan ke rumah sakit, dan dokter tidak memberinya banyak kesempatan untuk hidup. Dalam tidurnya, Takuma berdoa agar dia dalam waktu singkat untuk hidup lagi, dan dia mendapat kesembuhan, dan Mayu terkejut. Dia membawa Mayu "bulan madu", mereka mengunjungi banyak tempat. Akhirnya, di lapangan di mana mereka pertama kali berciuman, Takuma mengatakan kepada Mayu bahwa ia sangat beruntung dan bahagia dengan hidupnya.

Ending yang menyedihkan.....T_T
Takuma menderita serangan jantung lagi dan dokter berusaha dengan semaksimal mungkin, namun Takuma meninggal. ;(  Mayu pergi ke atap dan membuka suratnya, yang mengatakan kepada semua orang untuk menjadi bahagia ketika ia pergi. Film berakhir dengan Mayu meminjam guci berisi abu Takuma, dan pergi ke gereja untuk "pernikahan", sehingga memenuhi janji mereka ketika mereka masih muda.

oh.... so sad sekali kan? ;(  hikss menurut para pembaca bagaimana film ini setelah membaca sinopsis di atas? ^ T_T

Read more

Wednesday, January 4, 2012

7 Film Bertema Bencana Alam

1.       Twister (1996)
Director: Jan de Bont
Starring: Helen Hunt, Bill Paxton, Jami Gertz, Cary Elwes, Philip Seymour Hoffman.
Film yang memberikan pengalaman juga bayangan tentang kehebatan angin tornado kepada para penonton. Bill Harding (Bill Paxton) awalnya seorang pemburu angin tonado. Saat akan bercerai dengan Jo (Helen Hunt) yang mempunyai profesi yang sama, ternyata keduanya lagi- lagi harus berhadapan dengan buruan mereka. Bersama-sama dengan peneliti lainnya mereka berusaha untuk melakukan terobosan dengan menerbangkan alat yang dapat memperdiksi terjadinya ataupun besar tonado.




2.       Volcano (1997)
Director: Mick Jackson
Starring: Tommy Lee Jones, Anne Heche, Don Cheadle, Gaby Hoffmann.
Setelah adanya beberapa laoran tentang tanda-tanda aneh di pusat Kota Los Angeles, Mike Roark (Tommy Lee Jones) mulai menyelidiki keanehan tersebut. Mike pun meminta jasa ahli Dr. Amy Barnes (Anne Heche) untuk membantu penyelidikannya. Fakta diketahui bahwa di bawah Kota terdapat aktivitas gunung berapi. Dalam beberapa saat Kota Los Angeles sudah ditumpahi oleh lava dan mulai merusak bangunan atau jalanan yang terdapat di kota tersebut.Bersama dengan seluruh relawan, Mike berusaha untuk mencari jalan keluar untuk mmenyelamatkan kota dan juga putrinya dengan bantuan Amy.

3.       Dante’s Peak (1997)
Director: Roger Donaldson
Starring: Pierce Brosnan, Linda Hamilton, Jamie Renée Smith, Jeremy Foley.
Film yang menampilkan keadaan saat sebelum dan sesudah letusan gunung berapi. Dr. Harry Dalton (Pierce Brosnan) seorang ahli goelogi mendapat tugas untuk mengamati Dante’s Peak setelah adanya laporan aktivitas gunung tersebut. Harry yang mengetahui adanya tanda-tanda akan terjadinya erupsi, meminta bantuan Rachel Wando (Linda Hamilton) untuk memperingati penduduk setempat sebelum berjatuhan korban jiwa





4.       Poseidon (2006)
Director: Wolfgang Petersen
Starring: Josh Lucas, Kurt Russel, Jacinda Barrett, Richard Dreyfuss, Emmy Rossum.
Film yang berlatar belakang perayaan malam tahun baru di sebuah kapal pesiar mewah, Poseidon, di tengah lautan Atlantik.Tanpa adanya peringatan dari awak kapal, tiba-tiba gelombang besar menerjang dan membalikkan kapal tersebut. Dylan Johns (Josh Lucas) berpikir untuk menyelamatkan diri sendiri namun akhrinya bersama dengan Robert Ramsey (Kurt Russel) yang mencari putrinya yang hilang, mereka berdua mencari jalan keluar. Selama dalam perjalanan, mereka bertemu dengan beberapa orang yang juga berusaha untuk selamat, mereka pun berpacu dengan waktu sebelum kapal tenggelam.


5.       Flood (2007)
Director: Tony Mitchell
Starring: Robert Carlyle, Jessalyn Gilsing, Tom Courtenay, Joanne Whalley, David Suchet.
Film tentang bencana alam yang berlatar belakang di London dan Skotlandia. Seorang ahli meteorology Leonard (Tom Courtenay) dan anaknya Rob terjebak dalam cuaca ekstrim yang akan berujung pada bencana banjir di London. Rob pun berniat untuk menyelamatkan sang mantan istri, Sam (Jessalyn Gilsing). Sementara itu Leonard yang berada di tempat terpisah mencari solusi untuk bencana ini. Sadar ada jutaan penduduk kota yang terancam, Leonard, Rob dan Sam hanya memilikim sedikit waktu untuk menyelamatkan kota dan seisinya.


6.       Haeundae/ Tidal Wave (2009)
Director: Je-gyun Yun
Starring: Sol Kyung-gu, Ha Ji-won, Lee Min-ki, Kang Ye-won, Park Joong-hoon.
Film yang meceritakan tentang bencana alam yang pernah di produksi Korea Selatan. Cerita berawal dari hubungan antara Man-sik (Sol Kyung-gu) dan Yeon-hee (Ha Ji-won). Selain mereka berdua, ada beberapa tokoh dalam film yang mengalami konflik masing-masing. Sementara itu Dr. Kim Hwi (Park Joong-hoon), menyadari bahwa akan ada mega tsunami yang akan menyerang Haeundae. Hwi tahu bahwa ada sedikit waktu untuk menyelamatkan para penduduk dari bencana tersebut.

7.       Aftershock (2010)
Director: Feng Xiaogang
Starring: Zhang Jingchu, Chen Daoming, Lu Yi. Xu Fan, Zhang Guoqiang, Li Chen.
Film yang diadaptasi berdasarkan kisah nyata dari bencana gempa tahun 1976. Ketika itu gempa dengan kekuatan 7.8 skala richter mengguncang daerah Tangshan, Cina dan menyebabkan korban berjatuhan kurang lebih 240.000 ribu jiwa. Film yang bersudut pandang pada Fang Deng (Zhang Jingchu) yang harus mengalami pengalaman buruk setelah terkena gempa. Fang juga ditinggalkan oleh ibunya yang lebih memilih menyelamatkan anak- anaknya yang lain

Sumber: Cinemags dengan sedikit perubahan 
Read more